Connect with us

Opini

Jagung sebagai Investment Opportunity

Penulis : Rahman Putrayani, SS., MM, Kasi Perencanaan Sektoral dan Pengembangan Potensi Daerah pada DPMPTSP Prov. Kaltara

OPINI – Jagung adalah komoditi yang paling mudah ditanam di Indonesia. Potensi tanaman jagung sangat besar untuk dikembangkan saat ini, mengingat kondisi alam kita yang subur dan luas, sehingga sangat mendukung untuk pengembangan lahan pertanian.

Jagung adalah tanaman monokotil yang memiliki banyak kandungan manfaat bagi tubuh manusia. Jagung diyakini mampu mengurangi resiko kanker, memperkaya kecerdasan otak (omega3), mempercantik kulit, menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh, menurunkan gula darah, melancarkan pencernaan dan banyak lainnya.

Kebutuhan akan jagung semakin besar, apalagi jagung saat ini sudah dapat ekstraksi menjadi minyak jagung, kebutuhan industri kimia, tongkolnya juga bisa digunakan untuk membuat plastik dan lainnya.

Hingga saat ini kebutuhan produksi jagung adalah yang terbesar di dunia yakni mencapai 700 juta ton, kemudian gandum 600 juta ton dan padi 400 juta ton diseluruh dunia. Ini berarti bahwa jagung memiliki keunggulan dari gandum dan beras di kehidupan mendatang.

Negara yang paling besar mengkonsumsi jagung adalah Jepang dengan presentase 15 persen dari 700 juta ton tadi (sekitar 105 juta ton). Masyarakat Jepang sangat menyukai konsumsi jagung karena khasiatnya yang begitu banyak. Mereka membuat jagung bakar, sop asparagus, sayuran, camilan, cake, minyak goreng jagung, dan memanfaatkan jagung untuk sektor industri teknologi IT dengan menggunakan tongkol jagung sebagai bahan membuat cashing laptop dll.

Selain Jepang, jagung juga saat ini sangat dibutuhkan oleh Filipina dan Malaysia. Dimana filipina saat ini membutuhkan jagung kering lebih dari 1 juta ton setiap tahunnya untuk membuat pakan ternak. Kemudian Malaysia juga sama dengan kebutuhan jagung lebih dari 2 juta ton setiap tahunnya.

Ini adalah prospek bisnis yang menjanjikan bagi para petani Indonesia dalam mengembangkan tanaman jagung. Khususnya juga bagi masyarakat Kalimantan Utara yang saat ini belum pernah menanam jagung dalam skala besar. Kaltara memiliki potensi lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas hingga mencapai jutaan hektar, selain itu kondisi tanah yang subur juga sangat mendukung.

Untuk menjamin para petani, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI juga telah mengeluarkan peraturan untuk mengatur harga jagung berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen.

Dalam permendag ini, harga jagung ditingkat petani dibedakan berdasarkan kadar air yaitu, kadar air 15 persen seharga Rp 3.150/kg. Kadar air 20 persen seharga Rp 3.050/kg. Kadar air 25 persen seharga Rp 2.850/kg. Kadar air 30 persen seharga Rp 2.750/kg. Kadar air 35 persen seharga Rp 2.500/kg. Sedangkan harga acuan di konsumen sebesar Rp 4.000/kg.

Dengan peraturan ini, maka keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen dapat terjaga dengan baik. Untuk diketahui pemerintah Indonesia menargetkan produksi jagung sekitar 30 juta ton. Sementara di Indonesia ada tiga provinsi yang sudah berhasil memproduksi jagung hingga jutaan ton yaitu Sulawesi Selatan, Gorontalo dan NTB.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Opini