Connect with us

Opini

Melihat Peluang Ekonomi Masyarakat Kaltara

Pemerhati Ekonomi Kaltara, Rahman Putrayani, SS, MM

INDONUSABIZ.com, OPINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini tengah berupaya keras untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya di berbagai sektor, salah satunya pada sektor pertanian, melalui pengembangan produksi komoditas jagung di Kalimantan Utara.

Namun, Saya ingin menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum program jagung ini dilakukan.

Pertama, kita harus memastikan dulu bahwa sudah ada pasar yang jelas bagi petani. Berdasarkan pengalaman dan data yang ada, selama ini para petani di Kaltara kurang antusias menanam dikarenakan kurangnya pasar. Artinya, saat jumlah hasil tani cukup besar, tidak ada pembelinya, sehingga perlu diperhatikan market bagi produk-produk pertaniannya.

Kedua, harus ada dorongan kebijakan (politikal will) yang baik untuk mendukung pengembangan jagung ini, seperti ditingkat Bupati dan jajarannya, DPRD dan stakeholder terkait. Ini sangat penting untuk mendukung kesuksesan pertanian jagung nantinya.

Ketiga, para petani kita harus diberi edukasi yang baik melalui penyuluhan, agar petani jagung mampu menanam dengan baik dan benar, sehingga hasilnya sesuai harapan dan memenuhi standar industri.

Berkaitan dengan itu, informasi yang saya peroleh bahwa pihak Pemprov saat ini sudah memiliki daftar calon investor (off taker) untuk membeli hasil jagung dari masyarakat petani nantinya. Bahkan saat ini pihaknya sedang menjajaki calon investor untuk bisa buka cabang usaha di Kaltara. Tentu ini berita baik bagi masyarakat Kaltara.

Jika jagung ini bisa berjalan dengan baik di Kaltara, saya sangat optimis ini akan bisa mensejahterakan masyarakat kita, tidak hanya petani saja, tapi pihak terkait lainnya seperti, buruh, pedagang, pengusaha jasa transportasi dan jasa lainnya.

Sebagai contoh, di daerah lain seperti NTB jagung ini sudah berkembang pesat dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Perputaran uang dari jagung mencapai 19 Triliun per tahun di NTB .

Informasi yang saya peroleh harga jual jagung pipilan kering (kadar air 17 persen) disana berkisar Rp 3200 perkilonya. Setiap satu (1) hektar produksi jagung rata-rata 10-12 ton, jika dikalikan per 10 ton saja, maka hasil jagung perhektar mencapai Rp 32 juta. Sedangkan untuk modal produksi hanya Rp 6 juta saja per hektar. Hal ini berarti keuntungan bersih per hektar sekira Rp 26 juta dalam kurun waktu tiga (3) bulan. Sedangkan jagung ini bisa diproduksi tiga (3) kali panen dalam setahun.

Untuk itu, pemerintah provinsi perlu mendukung program pengembangan produksi jagung tersebut dalam skala besar. Sebagai ilustrasi, jika kita bisa memproduksi jagung sebanyak 1 juta ton saja setahun, maka uang yang beredar di kaltara mencapai Rp 3,2 triliun.

Hal ini tentu akan membawa dampak yang sangat siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara, bahkan bisa tumbuh diatas 9 persen pertahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Opini