Connect with us

Ekonomi

Pemda Diminta Bantu UMKM Daerah Masuk Ekosistem Digital

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

INDONUSABIZ.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari luar pulau Jawa yang masuk dalam ekosistem digital masih tergolong sedikit.

Dia mencatat ada lima provinsi besar dengan persentase On Boarding UMKM kurang dari 3 persen. “Pemerintah daerah harus aktif menjaring lebih banyak unit UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital agar mereka memperoleh manfaat ekonomi,” katanya dalam webinar bertajuk ‘Peranan Aktif Pemerintah Daerah dalam Mendukung Gernas Bangga Buatan Indonesia’, Selasa (23/6/2020).

Adapun berdasarkan situs Bank Indonesia, UMKM On Boarding adalah proses penyesuaian pelaku UMKM untuk masuk sebagai penjual di pasar dalam jaringan dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan marketplace tempat UMKM tersebut berbisnis. Melalui teknologi digital, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pemasaran, bahkan hingga ke mancanegara.

Luhut menjabarkan provinsi tersebut adalah Sumatra Selatan (1,1 persen), Sulawesi Selatan (1,5 persen), Bali (2,3 persen), dan Sumatra Utara (2,4 persen). Dari total keseluruhan Onboarding UMKM, hanya 14,3 persen berasal dari pulau Jawa.

Dalam data tersebut, DKI Jakarta mencatat 28,2 persen. Kemudian diikuti oleh Jawa Tengah (23,9 persen), Jawa Barat (14,1 persen), dan Jawa Timur (10,2 persen).

Luhut menjelaskan bahwa pada rapat terbatas 12 Mei 2020, Presiden Joko Widodo menargetkan 2 juta UMKM atau lebih masuk dalam ekosistem digital hingga akhir tahun ini. Berdasarkan catatannya, sejak 14 Mei hingga 23 Juni, sebanyak lebih dari 500.000 UMKM telah menjajakan produknya melalui pasar-el atau e-commerce.

Menurut dia, masa pandemi Covid-19 ini merupakan waktu yang tepat untuk memasarkan produk dalam negeri melalui platform dalam jaringan. Pasalnya berdasarkan survei Fortune 500 CEOs, pandemi semakin meningkatkan rasa kebangsaan untuk membeli produk dalam negeri. Hal itu juga dapat membantu pemerintah untuk mempercepat pemulihan perekonomian Tanah Air.

Seperti diketahui, pada kuartal I/2020, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi paling rendah dalam 10 tahun terakhir atau 2,97 persen. (mn/bc)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi